Sabtu, 16 April 2016

RISK OF CHANGES IN INTEREST RATES

RISIKO PERUBAHAN TINGKAT BUNGA

1.    KARAKTERISTIK RISIKO PERUBAHAN TINGKAT BUNGA
       Perubahan tingkat bunga bisa menyebabkan perusahaan menghadapi dua tipe risiko :
a.       Risiko perubahan pendapatan
Pendapatan bersih ( hasil investasi dikurangi biaya ) berukurang dari yang diharapkan
b.      Risiko perubahan nilai pasar
Nilai pasar berubah karena perubahan tingkat bunga,yaitu berubah menjadi lebih kecil ( turun nilainya )

Risiko Perubahan Pendapatan
Perubahan tingkat bunga dapat menyebabkan sedikitnya perubahan pendapatan. Ada  2 jenis risiko perubahan pendapatan yang dihadapi oleh perusahaan :
a.   Risiko Penginvestasian kembali
     Misal asset seperti berikut ini :
      Aset
Kewajiban (Pasiva)
Obligasi jangka waktu  :1 tahun ,bunga : 12% pertahun
Obligasi jangka waktu: 2 tahun , dengan bunga : 10% pertahun,selama 2 tahun

  




Keterangan :
·         Tahun 1 perusahaan peroleh keuntungan ( spreads ) 2% = 12% - 10%
·         Tahun kedua tergantung tingkat bunga investasi
·         Bila 12% tingkat bunga tetap peroleh keuntungan sama dengan tahun pertama
·         Bila bunga 8%, rugi 2%

b.      Risiko Pendanaan Kembali
Aset
Pasiva
Obligasi jangka waktu 2 tahun ,bunga 12% pertahun
Obligasi jangka waktu 1 tahun ,Bunga: 10% pertahun





Keterangan :
·      Tahun pertama spreads keuntungan 12%-10% = 2%
·      Tahun ke-2 tergantung tingkat bunga obligasi berlaku
·      Jika bunga pendanaan sama sebesar 10% maka diperoleh keuntungan 2%
·      Jika bunga 14% rugi 2%

Risiko Perubahan harga Pasar
Perubahan tingkat bunga menyebabkan perubahan nilai pasar aset atau kewajiban yang dipegang oleh perusahaan, jika penurunan nilai aset lebih besar dibanding dengan penurunan nilai kewajiban, maka perusahaan mengalami kerugian atau sebaliknya, Secara umum, jika bunga meningkat maka nilai sekuritas cenderung mengalami penurunan. Tingkat penurunan nilai tersebut bisa berbeda dari satu sekuritas ke sekuritas lainnya.

Misal perusahaan mempunyai neraca sebagai berikut :
Aset
Pasiva
Obligasi jangka waktu 10 tahun ,nilai nominal :Rp. 1 juta. Kupon Bunga :10% Nilai pasar: Rp. 1 juta
Obligasi jangka waktu 2 tahun,Nilai nominal: Rp. 1 juta.Kupon Bunga: 10% Nilai pasar: Rp. 1 juta

Misalkan tingkat yang berlaku adalah 10%, maka nilai obligasi yang menjadi asset dan obligasi kewajiban adalah :
Obligasi asset              =  100.000 +………….......+ 1.100.000   =  1 juta
                                                     (1+0,1)1                           (1+0,1)10

Obligasi Kewajiban     =  100.000 +………….........+ 1.100.000   =  1 juta
                                                                 (1+0,1)1                             (1+0,1)2
Obligasi asset dan kewajiban mempunyai nilai pasar yang sama yaitu Rp 1 juta. Misalkan tingkat bunga naik menjadi 12%, maka nilai obligasi keduanya adalah:
Obligasi asset  =            100.000 +………+ 1.100.000   = Rp. 886.996
                                                   1+0,12)1              (1+0,12)10
Obligasi Kewajiban     =  100.000 +………+ 1.100.000        =  Rp. 966.199
                                                     (1+0,12)1                (1+0,12)2
Terlihat bahwa kedua obligasi tersebut mengalami penurunan nilainya. Karena obligasi asset mengalami penurunan lebih besar dibandingkan turunnya obligasi kewajiban, maka perusahaan tersebut mengalami kerugian.

2.    PENGUKURAN RISIKO PERUBAHAN TINGKAT BUNGA : METODE PENILAIAN KEMBALI        (REPRICING MODEL )
Periode Harian
Repricing model mencoba mengukur risiko perubahan tingkat bunga dengan menggunakan pendekatan pendapatan. Model tersebut ingin melihat bagaimana pengaruh perubahan tingkat bungaterhadap pendapatan yang diperoleh suatu organisasi.

  
Aset
Kewajiban ( Pasiva )

Meminjamkan dipinjaman pasar antar bank 1 hari                             Rp  2 M
Comercial Paper 3 bulan       Rp  3 M
Surat Hutang 6 bulan            Rp  5 M
Pinjaman 1 tahun                  Rp   6 M
Obligasi 3 tahun                    Rp 10 M
Obligasi 3 tahun tk bunga   mengambang           Rp   5 M
Pinjaman bunga tetap
 jangka waktu 10 tahun         Rp 10 M
Meminjam di pasar antar bank
1 hari                          Rp    3 M
Tabungan                   Rp    3 M
Deposito 1 bulan        Rp  10 M
Deposito 1 tahun        Rp  10 M
Deposito 2 tahun        Rp  10 M

Modal                         Rp    5 M









Total Aset                              Rp 41 M
Total Pasiva                Rp   41 M























Langkah – langkah yang perlu dilakukan :
1.    Mengidentifikasi dan mengelompokan aset atau kewajiban yang rentan terhadap perubahan tingkat bunga, yaitu asset atau kewajiban yang harus dinilai ulang jika tingkat bunga berubah.

2.    Menghitung gap anatar aset sensitif dengan kewajiban sensitif terhadap perubahan bunga dan menghitung perubahan pendapatan jika tingkat bunga berubah.

a.       Mengidentifikasi dan mengelompokkan asset
Misal aset  bank pinjaman dipasar antar bank satu hari sebesar  Rp 2 miliar, jika tingkat bunga besokberubah (misal naik), maka pendapatan bunga yang diperoleh akan berubah (meningkat dalam hal ini), dengan kata lain aset ini tergolong sensitif dan harus dinilai kembali ( Reprice). Disisi lain melihat sisipasiva,  bank meminjam dipasar antar bank sebesar Rp 3 miliar, bank memiliki aset yang sensitif terhadap perubahan tingkat bunga sebesar Rp 3 miliar, ini tergolong sensitif dan harus dinilai kembali ( Reprice )jika bunga harian berubah.

b.      Menghitung Gap antara Asset dan Kewajiban yang sensitif terhadap perubahan tingkat bunga dan menghitung perubahan pendapatan

Gap antara RSA dengan RSL bisa dihitung sebagai berikut :
GAP = (Rp 2 miliar) – (Rp 3 miliar ) = - Rp 1 miliar

Misalkan tingkat bunga meningkat sebesar 1% (misal dari 10% menjadi 11%), maka pendapatan bank tersebut berubah sebesar :
Perubahan pendapatan           = (GAP x ( Δ Bunga)
                                                 =  - Rp 1 miliar x 0,01 = -Rp 10 juta
Dengan kata lain bank tersebut mengalami kerugian sebesar Rp 10 juta jika tingkat bunga sebesar 1% .

Periode Lebih dari Satu Hari
Identifikasi aset sensitif terhadap perubahan tingkat bunga dalam  waktu 1 tahun. Berikut hasil identifikasi tersebut :

Meminjam dipinjaman pasar antarbank 1 hari                                     Rp 2 M
Commercial Paper 3 bulan                                                                   Rp 3 M
Surat Hutang 6 bulan                                                                            Rp 5 M
Pinjaman 1 tahun                                                                                  Rp 6 M
Bagian Obligasi  3 tahun yang jatuh tempo tahun ini                           Rp2 M
Obligasi 3 tahun tingkat bunga mengambang                                      Rp 5 M +
      
       Total Rate sensitif aset (RSA)                                                       Rp 23 M

Untuk obligasi 3 tahun, sebesar Rp 2 M jatuh tempo tahun ini, Karena itu sejumlah Rp 2M akan dinilai ulang jika tingkat bunga berubah. Untuk obligasi dengan tingkat bunga mengambang,karena tingkat bunga ditetapkan kembali selam enam bulan, maka obligasi tersebut akan dinilai ulang setiap enam bulan. Pinjaman dengan bunga tetap dengan jangka waktu 10 tahun tidak masuk dalam perhitungan, karena tingkat bunga tersebut tetap selama 10 tahun, tidak akan berubah meskipun tingkat bunga berubah – ubah. Dari perhitungan diatas, nampak bahwa bank tersebut mempunyai asset yang sensitif terhadap perubahan tingkat bunga selama periode satu tahun (RSA) sebesar         Rp 23 M.

Langkah berikutnya adalah mengidintifikasi kewajiban yang sensitif terhadap perubahan tingkat bunga untuk periode 1 tahun :

Meminjam dipasar antar bank 1 hari               Rp  3 M
Tabungan                                                         Rp  3 M
Deposito 1 bulan                                              Rp 10 M
Deposito 1 tahun                                              Rp 10 M
Total Rate Sensitive Liability ( RSL )              Rp 26 M

Dari perhitungan di atas nampak bahwa bank tersebut mempunyai kewajiban yang sensitif terhadap perubahan tingkat bunga selama periode 1 tahun ( RSL ) sebesar Rp 26 M
Gap Sebagai Indikator Risiko Tingkat Bunga
Kumulatif GAP = RSA – RSL
                           = Rp 23 M –  Rp 26 M = - Rp 3 M

Maka kenaikan bunga akan merugikan bank tersebut karena gap negatif . dalam contoh diatas, gap ratio adalah :
GAP Ratio      = KGAP / Total asset
                        = - Rp 3 M / Rp 41 M = - 0,073 atau - 7,3%

Gap ratio bermanfaat karena memberikan informasi besarnya gap relatif terhadap total asset. Sebagai contoh, misal ada dua bank dengan inormasi gap berikut ini :
Bank A
Bank B
Gap
-  Rp 10 M
- Rp  20 M
Total Aset
   Rp 100 M
  Rp 500 M
Gap Ratio
    -  10%
    - 4%

    






GAP Bank A lebih kecil dari bank B, sehingga eksposure Bank A terhadap resiko nampak lebih kecil dari Bank B, Tapi jika dibanding total aset terlihat Gap ratio B lebih kecil dibanding A. Jika suatu perusahaan / bank ingin menghilangkan eksposur terhadap resiko perubahan tingkat bunga, maka bank tersebut bisa membuat neraca dengan gap sama dengan nol.  Otomatis juga akan kehilangan kesempatan memperoleh perbedaan bunga. Untuk itu bank menetapkan gap tertentu.
GAP ratio sebesar plus/minus 15% biasa dilakukan oleh bank.

Perubahan Tingkat Bunga yang Berbeda Untuk Asset dan Kewajiban
Δ Pendapatan bersih   =  Δ Pendapatan bunga –  Δ Biaya bunga
Kembali ke contoh di atas, di mana Bank mempunyai RSA sebesar Rp 23 M, dan mempunyai RSL sebesar Rp 26 M, atau gap sebesar – Rp 3 M. Misalkan tingkat bunga untuk asset berubah 2% sementara tingkat bunga untuk kewajiban berubah 1%.
Maka perubahan pendapatan :
ΔPendapatan bersih    = (Rp 23 M)(0,02) – (Rp 26 M)(0,01)
                                    = Rp 460 juta – Rp 260 juta
                                    = Rp 200 juta
Terlihat bahwa bank justru memperoleh keuntungan karena pendapatan bunga meningkat lebih beasr dibandingkan dengan biaya bunga.

3.  PENGUKURAN RISIKO PERUBAHAN TINGKAT BUNGA : METODE JANGKA WAKTU (MATURITY MODEL )

Perhitungan Gap jangka waktu
·         Metode repricing (penilaian kembali mempunyai kelemahan terutama karena tidak memperhatikan efek perubahan nilai pasar dari perubahan tingkat bunga. Jika tingkat bunga meningkat maka discount rate atau tingkat pendiskontoan juga meningkat.  Present value aliran kas di masa datang semakin kecil dan nilai pasar sekuritas akan turun. 

·         Contoh metode repricing
suatu bank membeli obligasi dengan tujuan untuk investasi (dipegang sampai jatuh tempo) dalam situasi tersebut bank akan mencatat nilai historis obligasi di neracanya.  Bank memperoleh pendapatan hanya dari kupon bunga yang dibayarkan.
·         Contoh Metode pengukuran risiko perubahan tingkat bunga yang memperhitungkan perubahan nilai pasar
Bank lain membeli obligasi dengan tujuna untuk memperoleh keuntungan melalui trading (memperjual belikan sekuritas).  Bank akan mencatat nilai obligasi di neracanya berdasarkan nilai pasar obligasi. Karena itu nilai pasar obligasi akan di efaluasi praktis setiap hari.  Jika nilai pasar obligasi lebih kecil nilai belinya, bank tersebut merugi dan sebaliknya.

Imunisasi Dengan Metode Jangka Waktu
Jika bank ingin melakukan imunisasi melalui metode jangka waktu agar perubahan tingkat bunga tidak mengakibatkan kerugian maka bank bisa menyamakan jangka waktu aset dan jangka waktu kewajiban :
     MA = ML atau MA – ML = 0

Jika bank menyamakan sumberdana dengan aset maka neracanya :
Aktiva
Pasiva
Obligasi jangka waktu 10 tahun
Nilai nominal Rp 10 juta, kupon bunga= 15%
Obligasi jangka waktu 20 tahun
Nilai nominal Rp 10 juta, kupon bunga= 15%
Pinjaman jangka pendek, bunga 15% jangka waktu 15 tahun, nilai nominal = Rp 18 juta
Modal saham Rp 2 juta
Total aset                 Rp 20 juta
Total Pasiva             Rp 20juta

Misal tingkat bunga meningkat menjadi 17% nilai aset dan kewajiban yang baru :
Aktiva
Pasiva
Oblogasi jangka waktu 10 tahun
Nilai nominal Rp 10 juta, kupon bunga= 15%                     Rp 9.068.279
Obligasi jangka waktu 20 tahun
Nilai nominal Rp 10 juta, kupon bunga= 15%                   Rp 8.874.447
Pinjaman jangka pendek, bunga 15% jangka waktu 15 tahun, nilai nominal = Rp 18juta
                                       Rp 16.083.293
Modal saham Rp 2 juta      Rp1.859.433   
Total aset                       Rp 17.942.726
Total Pasiva                   Rp 17.942.726

Bank bisa menekan risiko perubahan tingkat bunga dengan menyamakan jangka waktu aset dengan jangka waktu kewajiban tetapi bank tidak bisa sepenuhnya mengimunisasi risiko perubahan tingkat bunga. Hal ini merupakan kelemahan dari metode jangka waktu ( maturity model )


Tugas MEET 06


Tidak ada komentar:

Posting Komentar